AGENDA KEGIATANBAG. HUKUM, TEKNIS & HUPMASBERITA DAERAH

KPU Sulteng Gelar FGD Bahas Optimalisasi Media Center

Palu- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah menggelar focus group discussion (FGD) pengeloaan media center pada pemilihan serentak 2020 di masa pandemi Covid-19, di aula kantor KPU Sulteng, Selasa 28 Juli 2020. FGD dihadiri komisioner KPU kabupaten/kota se Sulteng, Biro Humas Pemprov Sulteng, Dinas Kominfo Sulteng, dan perwakilan media massa di Kota Palu.

Ketua KPU Sulawesi Tengah Tanwir Lamaming mengatakan, penting mengoptimalkan peran media center pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah, serta pemilihan bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota. Apalagi, kata dia di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan meningkatkan partisipasi pemilih. “Dituntut lebih kreatif, memanfaatkan media center di tengah situasi pandemi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilihan serentak 2020,” kata Tanwir Lamaming saat membuka acara.

Anggota KPU Sulawesi Tengah Sahran Raden yang memandu FGD meminta kepada semua KPU kabupaten kota agar mengoptimalisasi peranan media center. Dia mengingatkan urgensi media center pada pemilihan serentak 2020. Dikatakan, media center dibentuk di masing-masing KPU kabupaten/kota dan provinsi berperan mengembangkan pelayanan informasi kepada publik sebagai upaya mendorong masyarakat dalam mendapatkan informasi yang akurat, cepat, mudah, dan terjangkau.

Media center menjadi tempat pelayanan publik di bidang informasi. Publik terbiasa mengalami percepatan informasi baik dari media massa atau lembaga lain, sehingga akan membutuhkan kecepatan informasi yang akurat dan profesional dari lembaga publik.

Sahran Raden menjelaskan, kehadiran media center sebagai salah satu upaya untuk menjadikan masyarakat melek informasi. Potensi media center bagi lembaga pemerintahan ke depan sangat besar terutama dalam pemenuhan hak publik terhadap informasi. “Ketika kondisi itu berjalan, maka cita-cita penyelenggaraan pemerintahan yang transparan akan segera terwujud dengan terbangunnya sistem informasi dan komunikasi yang baik dan lalu lintas pertukaran informasi yang tepat, cepat, dan akuntabel,” urai Sahran Raden.

Melalui optimalisasi media center, kata dia maka tercipta transparasi dalam penyelenggaraan pemilihan serentak 2020. Menurut Sahran Raden, transparansi dalam pemilu menjadi penting untuk membuka ruang ruang gelap yang bisa dimanfaatkan oleh oknum untuk kegiatan transaksional sehingga menciderai integritas pemilu.

Transparansi sebagai sebuah evolusi, merupakan bagian dari teknologi informasi telah diterapkan pada pemilu lalu. Misalnya, diciptakan sistem aplikasi teknologi diantaranya Silon, Sidalih, Sitap, Sidakam, Siparmas, Silog, Situng, dan lain-lain. “Transparansi juga memantik volutarisme dan mendulang kepercayaan publik,” jelas Sahran Raden.

Sementara itu, sejumlah saran dari peserta FGD di antaranya ke depan lebih meningkatkan pemanfaatan website internal KPU kabupaten kota dan provinsi sebagai media informasi kepada publik. Selain itu, update informasi melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya. Begitu juga peningkatan sumber daya yang mengelola media center, serta memperkuat komunikasi dengan jurnalis media mainstream.

“Permasalahan terkait sumber daya manusia, bukan hanya dialami kabupaten kota, provinsi juga begitu. Hasil FGD hari ini, mohon nanti dilaporkan hasilnya,” kata Sahran Raden.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close